Selasa, 18 Februari 2014

Ngepel Jalan

Sehubungan adanya hujan abu gunung kelud jumat lalu  yang abunya menyebar sampai ke beberapa daerah, termasuk rumah Sa yang berada di Yogyakarta. Hampir semua permukaan hanya berwarna putih karena terselimuti abu, yang menyebabkan sebagian aktivitas diluar ruangan terganggu. Setelah 2 hari panas ngenthang-ngentang yang menyebabkan abu bebas berterbangan ketika tertiup angin, akhirnya minggu malam jogja diguyur hujan deras, abu yang menempel di genteng, dahan dan permukaan pada rontok semua. Ini mengakibatkan abu-abu mengendap di jalan menjadi lumpur.

Secara spontanitas warga mempunyai inisiatif untuk kerja bakti membersihkan lumpur yang mengendap dijalan, karena jika hanya air hujan saja tidak bisa membersihkan lumpur yang mengendap, karena lumpur vulkanik beda sama lumpur biyasa ini lebih pekat. Senin sore warga dah berkumpul dan mulai mengeruk lumpur dengan pacul, senggrong, sekop, engkrong dikumpulkan dalam ember lalu dibuang di tempat yang dah ditentukan. Jalan yang dibersihkan meliputi conblok, cor, aspal yang ada disekeliling kampung. Setelah semua dah bersih dikeruk tinggal saatnya mengairi jalan dengan air, agar sisa-sisa lumpur bisa bersih total.

Air diambil dari sumur menggunakan mesin pemompa air yang bertekanan sedang, kemudian disalurkan menggunakan selang. Karena keterbatasan selang jadi bila dah ngga cukup harus pindah sumur yang lebih dekat. Saat air disemprotkan sisa lumpur langsung terangkat sambil disapu agar lumpur ikut mengalir. Jalan yang berada ditengah kampung mengunakan air dari sumur dan yang dipinggir kampung menggunakan air parit.

Warga bekerja penuh semangat dan guyup rukun sangat kelihatan antar warga baik tua,dewasa, dan remaja. Di mulai kerja bakti sejak sore dan selesai hampir tengah malem.

Persiapan

Pompa air

Kerja

Tidak ada komentar: