Sunday, June 1, 2014

Jokcing Pantai Gunung Kidul

"Tanggal merah memang sudah berlalu, tapi wiken masih menunggu"

Piknik adalah salah satu obat kemrungsung yang paling mujarap.
Sabtu, 31 Mei 2014 cucu-cucunya mBah Kobro (Radio Persatuan) pada piknik ke pantai Gunung Kidul, sebenarnya piknik ini mau di laksanakan pada hari Kamis pas tanggal merah, tapi karena harinya tanggung diganti hari sabtu pas wiken.
Seminggu menjelang akhir bulan Mei memang banyak hari liburnya dan tentu juga banyak hari gejepit (senin, rabu, jumat). tanggal 27 Mei (selasa) memperingati Isra'  Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan tanggal 29 Mei (kamis) memperingati Kenaikan Isa Al Masih.
Tempat tujuan utama piknik kali ini tidak ada, dipikir sambil jalan sak ketemune pantainya, yang penting masih didaerah Gunung Kidul. Kita bingung milih pantai, karena puluhan pantai indah di Gunung Kidul berjejer-jejer dari pantai Ngobaran sampai pantai Wedi Ombo.
Kita rencana mau berangkat pagi, biar di perjalanan lebih santai. Tapi itu hanya wacana, kenyataannya pukul 8.30 baru berangkat dari tempat kumpul. Tempat kumpul berada di timur pertigaan traffic light Piyungan, disana adalah tempat yang paling setrategis untuk berkumpul karena cucunya mBah Kobro tempat tinggalnya tersebar di berbagai daerah, ada yang dari Klaten, Sleman, Bantul.

Sa sendiri berangkat mruput dari Berbah pukul 7.30, sampai tempat kumpul belum ada yang datang dan hanya blah bloh. Beberapa menit menunggu datanglah Yuda dari Klaten, tinggal menunggu Pak Endro (Sleman) dan Adhi, Ismi (Bantul). Setelah lama menunggu akhirnya berangkat juga, langsung sat set ngeslah motor. Tapi sebelum berangkat kita menitipkan motor ke rumah saudaranya pak Endro yang berada di Piyungan, karena demi pengiritan dan mengurangi polusi udara kita naik kendaraannya berbonceng-boncengan.

Kita melewati jalur kota wonosari  dengan mengikuti jalan wonosari kemudian mengambil jalur arah menuju Baron, kondisi jalan yang berkelok-kelok membuat perjalanan tambah seru. Kita juga mengambil jalur Tepus yang tidak begitu padat arus lalu lintasnya.

Pantai yang pertama kita temui adalah pantai Pok Tunggal, jadi jokcing pertama kita adalah Pok Tunggal. Untuk menuju pantai ini harus dengan perjuangan besar, karena jalannya kecil dan masih bebatuan seperti sungai kering.
Deburan ombak dan pasir putih menyambut kami ketika datang, suasananya pantai ini masih sepi pengunjung, mungkin masih dalam perkenalan obyek wisata atau akses jalan menuju pantai kurang baik jika di banding pantai lainnya. Tapi selepas itu semua pesona pantai ini tidak diragukan lagi, well pokoknya.
Di pantai Pok Tunggal ada bukit karang yang bisa di kunjungi para wisatawan, akses menuju bukit melalui tangga-tangga batu dan jembatan dari bambu yang sengaja dibuat oleh warga sekitar. Di atas bukit dapat melihat laut lepas, seluruh kawasan Pok Tunggal dan bisa membuat masuk angin karena hembusan angin yang sangat kencang. Di sana juga banyak fasilitas yang di buat warga warung makanan, tempat sampah, mainan dan gazebo (disewakan). Jika tidak mau menyewa gazebo untuk bersantai, bisa berteduh dibawah pohon. Kita rencana sih mau ngangkut tendanya pecel lele Lék Sukir malah gratis, dan juga bisa disewakan kembali. :D

Setelah puas menikmati suasana Pok Tunggal kita lanjut jokcing ke pantai selanjutnya, pantai ini bernama Somandeng. Nama yang baru Sa dengar pertama dan masih asing ini ternyata bertetanggaan dengan pantai Indrayanti yang sudah terkenal bagi wisatawan lokal maupun asing. Pantai ini sama dengan pantai-pantai lainnya pasir putih, dikelilingi tebing dan berlantai karang. Sebelum menikmati suasana pantai Somandeng kita sayang perut dulu (makan), karena hari sudah siang.
Setelah perut terisi saatnya kekeceh air pantai bareng pengunjung lainnya. Setelah puas kekeceh di pantai Somandeng kita hijrah ke pantai Indrayanti yang hanya berjarak beberapa meter, di Indrayanti ternyata pengunjungnya lebih rame daripada Somandeng. Di Indrayanti kekeceh nya hanya sebentar,karena waktu yang tidak memungkinkan.
Kemudian kembali lagi ke Somandeng untuk bersih-bersih setelah puas kekeceh dan siap-siap untuk pulang.

Saat pulang kita ada kendala sedikit, keluar dari kawasan pantai Somandeng ternyata ban depan motorku bocor, tapi tetap bersyukur tidak jauh dari kejadian ada bengkel pinggir jalan. Setelah menunggu proses tambal ban kita lanjutkan perjalanan pulang, saat perjalanan pulang Puji Syukur semua cucunya mBah Kobro selamat sampai tempat tinggalnya masing-masing.

Apakah anda juga hobi mendengarkan radio?

Hasil jeprat jepret #BukanDSLR

Karang Pok Tunggal
Bukit Pok Tunggal
Bukit Pok Tunggal
Cucunya mBah Kobro
Keponakan Pak Slamet
Bukit Pok Tunggal
Tangga Batu Ke Bukit Pok Tunggal
Pantai Somandeng
Pantai Somandeng
Pantai Somandeng
Muka Lapar
Sayang Perut
Kucing-kucingan
Pantai Somandeng
Persiapan Pindah Indrayanti
Perjalanan Ke Indrayanti
Kungkum Di Indrayanti

1 comment:

Dewi naoli said...

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kbagi.com untuk info selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)