Senin, 30 Januari 2012

Tour IMMT 2012

     Cerita sedikit tentang tour awal tahun bareng pemuda dusun Tampungan yang sering di sebut organisasi IMMT ( Ikatan Muda Mudi Tampungan) tapi yang ikut pemuda
aja, yang pemudi gak ada yang ikut. ,hehe. ,
      Saat itu tanggal 8 januari 2012 masih suasana tahun baru, jadi "tahun baru semangat baru" saya bangun pagi langsung mandi dan sarapan, setelah selesai mepersiapkan semuanya saya langsung menuju tempat rumah Bapak Dukuh Tampungan, di situ adalah tempat dimana kita peserta touring kumpul.   ternyata hari itu cuaca tak mendukung langit terlihat mendung putih. Walaupun cuaca tak mendukung kami tetap semangat untuk touring, setelah semua anggota kumpul sekitar jam 8 lebih kami langsung tancap gas tak lupa  berdoa agar selalu dapat perlindungan dan keselamatan dari Allah SWT.
 Absen dulu Teman teman yang ikut touring:
  1.  Saya sendiri (Andi Prasetiyo)
  2.  Ganang
  3.  Marwoto (khewer)
  4.  Arwan (kheting)
  5.  Heri 03 (krol +)
  6.  Damar (thomer)
  7.  Lintang
  8.  Anggit (sangit)
  9.  Heri 02 (krol -)
  10.  Hariyadi (ghudel)
  11.  Lana (mbeglek)
  12.  Tri (kotreg)
  13.  Ega 
  14.  Slamet (tebo)
  15.  Lian (liun)
  16.  Nanang (khentung)
  17.  Ali (peking)
  18.  Joni (jonek) 
  19. Ndaru (kenton)
  20. Temanya Ndaru (gak tau namanya)
  Sekitar 20an orang yang ikut, mungkin bisa lebih saya lupa. ,hehe. ,
      Rute jalan dari Tampungan, Banguntapan, Pleret, Bantul dan menuju Kulonprogo. Tapi di tengah perjalanan ada sedikit kendala ban montor Marwoto (khewer) bocor, terpaksa kami berhenti menunggu motornya diperbaiki, sambil menunggu kami istirahat sebentar dan bersenda gurau ditemani hujan rintik-rintik. Setelah sekian lama menunggu akhirnya motornya sudah selesai dan kami lanjutkan perjalanan. Disepanjang perjalanan saya melihat hijaunya pemandangan, sawah-sawah terbentang luas. Sungguh indah dan dahsyat ciptaan Allah SWT. Setelah sampai di Kabupaten Kulonprogo sebelum di pantainya kami berhenti sejenak, karena ada teman kita yang ketinggalan. Setelah semua kumpul kami langsung menuju ke TKP yaitu Pantai Congot.
     Pantai Congot terletak di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Pantai Congot menjadi pusat kegiatan warga sekitar yang menggantungkan hidup dengan mencari ikan. Seperti dataran dekat pantai di wilayah lain, jalan-jalan menuju Pantai Congot juga dihiasi oleh deretan pohon kelapa. Pantai Congot memiliki pesona tersendiri dibanding pantai- pantai lainnya sebab nuansa nelayan dan perikanannya yang begitu kuat. Kami berjalan ke barat untuk menikmati pemandangan muara Sungai Bogowonto, untuk bisa berdiri di bangunan jetty (semacam tanggul) yang berada di tepian hilir sungai atau batu- batuan di tepian muaranya. Pertemuan air tawar sungai dan air asin laut inilah yang membuat wilayah tepi Pantai Congot kaya beragam jenis ikan. Letak Pantai Congot yang sangat dekat dengan Pantai Glagah tentu cukup menjadi alasan untuk mengunjunginya. Nuansa nelayan dan perikanan yang begitu kuat menjadikan pantai ini tetap memiliki kekhasan dan tak bisa begitu saja disamakan dengan Pantai Glagah.
     Di pantai ini kami ketemu Suwonto (ndobleh) dan Ita yang lebih dulu sampai di sini. Kami puas di Pantai Congot langsung menuju ke TKP yang kedua yaitu Pantai Trisik. Sebelum menuju Pantai Trisik kami mengisi perut dulu. , perut sudah kosong dari pagi belum di isi. ,hehe. , Setelah perut teisi langsung tancap gas, dari rintik-rintik sampai hujan agak lebat. Walaupun tanpa menggunakan jas hujan kami tetap semangat, baju basah semua dan tubuhku dingin mengigil. .haha (lebay)  Ditangah perjalanan menuju Pantai Trisik ada sedikit gangguan lagi, HP Anggit jatuh ke kubangan air karena jalannya bergelombang. HPnya hancurr, konslet kena air, terpaksa tidak bisa digunakan.
    Akhirnya sampai juga di Pantai Trisik. Pantai Trisik berlokasi dia wilayah Brosot, Kabupaten Kulonprogo, berjarak sekitar 37 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Pantai Trisik memiliki kekhasan dibanding pantai-pantai lainnya di Kulonprogo, yaitu suasana pedesaan pesisir yang begitu terasa. Pantai, rumah-rumah warga, gubug-gubug yang menjajakan makanan. Beragam aktivitas warga sekitar yang memanfaatkan wilayah pesisir dan laut sebagai sumber penghidupan juga turut meperkuat suasana pedesaan pesisir itu. Tempat pelelangan ikan adalah salah satu tempat yang akan dijumpai ketika memasuki wilayah pantai ini. Tempat ini menjadi jantung bagi warga Trisik yang berprofesi sebagai nelayan, sebab di situlah aktivitas jual beli ikan berlangsung.  Eksotisme pedesaan pesisir dengan dunia perikanan sebagai keseharian akan dijumpai begitu anda sampai di pantai. Jejeran perahu-perahu motor yang biasa digunakan warga untuk mencari bisa dijumpai. Sejumlah kecil warga membuka warung- warung dari gedheg bagia beberapa wisatawan yang berkunjung, menjajakan minuman sekedarnya.
     Tapi kami di sini tak lama karena cuaca tak mendukung, gelombang tinggi. Akhirnya kami memutuskan untuk langsung menuju rumah dan touring 2012 bareng IMMT cukup sampai disini. Allhamdulilah dalam perjalanan pulang semua selamat sampai rumah.

Tidak ada komentar: