Senin, 31 Maret 2014

Sleman Hijau

Tahun 2014 adalah tahunnya partai politik, karena nanti tanggal 9 April seluruh warga Indonesia yang terdaftar menjadi pemilih akan menggunakan hak pilihnya untuk memilih wakil rakyat.
Beberapa bulan sebelum hari pemilihan tiba banyak partai politik maupun caleg berkampanye menyampaikan visi dan misinya agar rakyat tertarik untuk memilih mereka. Banyak strategi kampanye yang dilakukan; kampanye terbuka ditanah lapang, janji-janji entah nyata atau palsu, memasang poster, bagi-bagi duit atau sembako dan masih banyak lagi.

Kampanye terbuka atau rapat umum dimulai 16 Maret-5 April. Kemarin tanggal 30 maret adalah jatahnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk berkampanye terbuka, khususnya dapil kab. Sleman.
Kali ini tempat kampanye dipusatkan di lap. Denggung Sleman, simpatisan dan kader dari penjuru kab. Sleman berkumpul.
Kebetulan pagi itu Sa motoran dari Berbah menuju Sleman mau ketempat saudara ndelalah dijalan barengan sama simpatisan PPP yang mau menuju ke lap. Denggung untuk mengikuti kampanye terbuka. Jalan daerah lap. Denggung banyak yang dialihkan untuk mengurangi kemacetan, Sa juga harus melewati jalan alternatif untuk menghindari kemacetan akibat kampanye.
Siangnya saat mau pulang ke rumah juga bertemu dengan peserta kampanye yang lagi konvoi bubaran. Mulai jl. Turi, jl. Magelang, jl. Palagan, jl. Monjali semua macet total dan suara motor blombongan bersahut-sahutan. Bendera PPP yang berwarna hijau membanjiri jalan-jalan tersebut. Mau ndak mau harus berbaur dengan mereka sambil menikmati suara "tretetettt... wor wor... tretetettt... wor wor..."

Kampanye PPP dari jaman dulu sampai sekarang didaerah Sa tinggal masih mempertahankan budaya dengan konvoi pake motor dan motornya dimodivikasi sedemikian rupa hingga menimbulkan suara yang beda dari aslinya. Sering juga disebut dengan blombongan.
Ini yang masih menjadi pro dan kontra, konvoi kampanye partai politik identik dengan suara blombongan. Ada yang menganggap itu sebagai polusi suara dan juga menganggap sebagai hiburan.

Kalo dari Sa pribadi ini adalah sebagai hiburan 5 tahunan. :D
Dulu waktu Sa kecil masih ingat waktu kampanye 1999 dan 2004 seneng liat dipinggir jalan menunggu rombongan kampanye lewat, sampai lari-lari ke jalan begitu denger suara motor blombongan mendekat. Perasaan seneng sekali apapun partainya yang penting bisa liat konvoi motor blombongan. Anak-anak kadang meniru gaya mereka kampanye, keliling kampung bawa bendera pake sepeda. Sepedanya pada bagian ban diselipkan gelas bekas air mineral, sehingga menimbulkan suara gesekan antara ban dengan gelas. Sebenarnya bagi yang merasa terganggu mbok dinikmati saja suasananya, ini juga cuma 5 tahun sekali. Suaranya itu memang berisik tapi tetep berirama kok ndak asal bunyi, itung-itung bernostalgia jaman masih kecil dulu. Seperti yang Sa lakukan kemarin bisa berbaur dengan kampanye walaupun bukan anggota simpatisan.

Apakah anda sudah terdaftar menjadi pemilih tetap dalam pemilu nanti?

Konvoi di jl. Palagan
Papasan di jl. Turi
Rumah Besar Umat Islam

Tidak ada komentar: