Jumat, 31 Desember 2010

Refreshing ke Pantai Parangtritis dan Depok Yogyakarta

. Aku kembali ke Parangtritis setelah sekian lama... Terakhir ke pantai ini saat aku SMP.
     Kali ini aku berkesempatan ke Parangtritis lagi, bareng teman teman di desa Tampungan ada Ipul, Anggit, Apri, Iwan, Ega, Tri, Dendi dan Lian... sepertinya
kurang lebih sama dengan saat terakhir aku kesini. Puluhan kios souvenir berdiri menyambut wisatawan di tepi pantai menjual banyak sekali barang, dari baju sampai kaca mata. Tidak lupa ada warung- warung makan yang menghadap ke pantai, dan kita bisa menyaksikan ombak besar Samudera Hindia berdebur di pasir.
     Tentu semua sudah pada tau, kalo pantai ini salah satu yang paling terkenal di pulau Jawa... salah satu yang membuatnya makin terkenal adalah mitos angkernya yang bilang kalo pantai ini jadi tempat pertemuan raja-raja Jawa dengan Nyi Roro Kidul, sang penguasa pantai Selatan. Kabarnya sih, dulunya Nyi Roro Kidul itu salah satu putri Prabu Siliwangi yang bunuh diri karena buruk rupa, yang belakangan justru malah menjelma menjadi seorang wanita yang cantik luar biasa dan menguasai kerajaan khayalan di Pantai Selatan, dan sering menampakkan diri dengan kereta kencana, dan baju warna hijau... Tentang warna hijau ini, ada mitosnya lagi. Kabarnya siapa yang berani-beraninya datang ke pantai Parangtritis dengan baju hijau, akan ditelan oleh ombak, dan mungkin, akan dibawa Nyi Roro Kidul ke kerajaannya untuk dijadikan hamba. Itu mitosnya... kalo logikanya mungkin karena warna hijau di dalam air memang lebih susah ditemukan tim pencari ketimbang warna mencolok seperti pink atau merah kali ya... hehe... yah, percaya gak percaya.
      Kami menikmati pemandangan di pantai yang basah sehabis hujan, dan tentu saja menyalurkan bakat narsis masing-masing. Di Parangtritis memang kita tidak boleh berenang, tetapi masih aja yang bandel untuk berenang, termasuk kami. ,hehe... Selain itu bisa melakukan hal lain yang asik. Salah satunya nyoba naek ATV (All-terrain Vechile), motor yang beroda seperti gokart dan bisa dipakai berkeliling di pasir pantai. Kalo ga, kita bisa naek bendi yang muat 2 orang plus pak pengemudi yang mengendalikan kuda.  Coba naek ATV (All-terrain Vechile), wohoho, pasti asik...
     Setelah puas melihat-lihat Parangtritis, kami kemudian menuju pantai sebelah, Pantai Depok. Di tengah jalan banyak gumuk-gumuk pasir yang terhampar dengan kontrasnya di tengah-tengah pemukiman penduduk. Gumuk-gumuk itu sangat unik. Jadi ada timbunan pasir, yang warnanya agak abu-abu, mungkin pasirnya pasir vulkanik, dan tiupan angin di gundukan pasir itu lalu membentuk alur-alur dan pola- pola yang teratur, bergelombang atau menyirip.  Kami tidak mampir, setelah kami sampai ke gerbang pantai Depok. Aku langsung menuju pantai... Di pantai Depok juga ada banyak ATV, dan jauh lebih banyak orang yang bermain di sini karena hujan sudah lama berhenti. Selain itu juga ada penjual layang-layang dan aku mengamati layangan mereka terbang tinggi dan digoyang- goyang oleh angin kencang. Memang anginnya terasa lebih kencang di sini, dan pantainya lebih curam di daerah sekitar gerbang utama pantai... tapi makin ke Barat pantainya kembali landai dan aku lihat anak-anak bermain bola tangkap dan sepak bola.

     Dan yang tidak kulihat di Parangtritis, yaitu kapal-kapal nelayan ini. Kapal-kapal ini sangat ramai karena baru saja dilabuhkan karena nelayan baru selesai melaut. Pantai Depok ini memang tempat untuk transaksi/ jual beli ikan. Dengan fungsi ini, wajar saja kalo aroma di pantai ini agak kurang sedap karena bercampur dengan bau amis ikan dan hasil laut lain. Dan sebelum pulang teman teman membeli ikan langsung dari nelayan, tetapi saya tidak membeli, hehe... Setelah puas menikmati pemandangan pantai Depok kami pun bersiap-siap untuk pulangggg......


  Inilah sedikit kenang-kenangan:

Andi, Ipul, Anggit, Apri, Iwan, Ega, Tri, Dendi

Ipul, Ega, Tri, Iwan, Andi, Lian
Apri, Lian, Iwan, Andi
Ega, Tri, Apri, Anggit, Lian, Iwan, Andi






Tidak ada komentar: