Kamis, 28 Agustus 2014

Antri

Tak seperti biasanya untuk beberapa hari ini masyarakat mengantri berjam-jam di SPBU hanya untuk mendapatkan beberapa liter bahan bakar.
Ini disebabkan karena kebijakan Pemerintah dan Pertamina mengurangi pasokan BBM bersubsidi di setiap SPBU, pengurangan antara 5%-20% setiap kali pengiriman.
Pengurangan kuorta kali ini bukan tanpa tujuan, tujuannya agar BBM bersubsidi cukup sampai akhir tahun 2014. Kalo tidak ada pengurangan kuorta, anggaran BBM bersubsidi tahun 2014 hanya akan sampai pertengahan Desember selebihnya tidak ada BBM bersubsidi sampai awal tahun.

Hampir setiap waktu semua SPBU sekitar Jogja dipadati oleh para pengantri BBM, antrinya sampai mengular ke badan-badan jalan hingga menimbulkan kemacetan.
Sa sendiri juga menjadi bagian dari pengantri saat bahan bakar kuda besi menipis, ini bisa untuk melatih kesabaran dan merasakan bahwa semua yang mau kita dapatkan butuh perjuangan lebih. Kadang juga ada setelah antri lama tapi belum gilirannya sudah kehabisan BBM, ini mungkin bagi orang-orang yang kurang sabar akan misuh-misuh ataupun jengkel.

Antrian panjang tidak hanya pada jalur Premium (BBM subsidi) pada jalur Pertamax (BBM non subsidi) pun juga antri panjang. Sebenarnya pengurangan kuorta tidak akan menjadi fenomena buruk seperti ini jika para konsumen tidak panik dan bijak dalam menyikapi kebijakan ini. Yang menyebabkan antri panjang dan kehabisan BBM adalah pembelian yang berlebihan tidak seperti hari-hari bisa. Misal, jika hari biasa hanya membeli Rp. 10.000 ini karena khawatir kehabisan akan membeli Rp. 20.000 bahkan penuh, jika masyarakat semua mempunyai pikiran yang sama seperti itu tidak bisa dihindari antrian panjang pasti akan berlanjut terus. Yang lebih parah adalah orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan penimbunan BBM, moga orang-orang seperti ini segera sadar karena dapat merugikan orang banyak.

Mari kita membeli yang sewajarnya saja dan tidak usah aing-aing untuk menimbun BBM, jika semua masyarakat melakukan seperti ini pasti keadaan akan kembali normal. Jangan kawatir akan terjadi kelangkaan BBM, karena stok untuk wilayah Yogyakarta masih aman, sebagaimana yang disampaikan pak Gubernur bahwa kuorta untuk wilayah Yogyakarta sampai bulan Juli baru terpakai 54% jadi masih aman sampai akhir tahun. Yang penting barangnya masih ada, kita kuat membeli tidak ada kata mengeluh.

"Untuk saat-saat seperti ini pembeda konsumen antara Premium dan Pertamax bukan masalah plat merah, mobil maupun orang mampu. Tetapi yang menjadi pembeda adalah waktu."

Kutipan diatas buat para masyarakat yang terburu-buru dikejar waktu pasti akan memilih jalur Pertamax yang antriannya lebih sedikit dibandingkan Premium, walaupun harganya sedikit lebih mahal. Jika hari biasa hampir semua pengendara kendaraan roda 2 bahkan mobil mewah membeli di jalur Premium.
Para pengecer atau Pertamini yang ada dipinggir jalan juga tidak mau menyiakan kesempatan fenomena ini, mereka menaikkan harga menjadi Rp. 8.000- 10.000 bahkan ada yang menjual sampai Rp.15.000 per liter.

Berapa waktu yang dibutuhkan saat anda mengantri di SPBU?

Motor dan mobil memadati SPBU
Pertamax aja habis apalagi Premium