Senin, 30 Juni 2014

Art|Jog|14

Baru bisa posting sekarang karena kemarin kuorta internet yang njempalik, tapi sekarang dah bisa dikondisikan kok... :(
Beberapa waktu lalu karena ke-selo-an Sa yang tak kunjung usai, bisa berkesempatan untuk mengunjungi ARTJOG'14 yang diselenggarakan di Taman Budaya Yogyakarta jl. Sri Wedani no. 1 Yogyakarta.

ArtJog merupakan sebuah pameran karya seni kontemporer yang diadakan setiap tahun di Taman Budaya Yogyakarta, tahun 2014 ini merupakan ketujuh kalinya diadakan ArtJog dan pertama kalinya Sa terlibat dalam acara ini. ArtJog'14 menghadirkan 103 seniman lokal dan internasional dengan memamerkan 137 karya terbaik-terbaik.
Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2014 pertama kalinya menggunakan HTM, dibandrol sebesar Rp. 10.000/pengunjung untuk satu kali masuk, kecuali panitia. :D

Perbedaan ini bukan tanpa alasan, panitia berharap agar para pengunjung bisa menghargai terhadap karya seni, seniman, dan SDM yang telah berperan dalam pameran, serta menunjang biaya operasional lainnya demi lancarnya acara ArtJog'14.

Sa berangkat ke ArtJog sore 22 Juni 2014 karena minggu pagi di desa Sa ada dua tempat kerja bakti, yang satu mengecor jalan yang rusak dan kerja bakti di masjid dalam rangka menyambut bulan ramadhan 1435 H. Waa, ini bingung mau berangkat kemana dulu, akhirnya Sa membantu mengecor jalan jaa. *nyangking pacul*
Pada dasarnya semua kegiatan kerja bakti adalah mulia, tergantung bagaimana cara kita menyikapinya. Siangnya setelah kerja bakti langsung layat ke tempat saudara di daerah Sedayu.

Sorenya daripada blah bloh sendiri dirumah tak ada gunanya, mending ke ArtJog menikmati karya seni dan foto-foto ria. Sebenarnya hari ini adalah hari terakhir pagelaran ArtJog'14 yang resmi dibuka tanggal 7 Juni kemarin. Karena antusiasme penikmat seni yang luar biasa, pihak penyelenggara mengundur penutupan ArtJog'14 seminggu kedepan, menjadi tanggal 29 Juni.
Perjalanan dari rumah sampai Taman Budaya memakan waktu sekitar 25 menit, karena hari ini adalah wiken lalu lintas  di jalan-jalan kota jogja mengalami sedikit padat dari hari biasanya. Maklum, Jogja adalah kota wisata yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Sampai Taman Budaya langsung disambut sama boneka dari goni yang sengaja dipajang di depan gedung, boneka-boneka ini menjadi ikon utama ArtJog tahun ini. Sebelum masuk gedung harus antri tiket yang panjangnya kalo diurut sampai /4an Gondomanan. :D
Memang benar antusias penikmat seni sangat luar biasa. Tidak cuma antri membeli tiket, tapi di dalam juga antri untuk berfoto-foto ria, karena saking banyaknya pengunjung. Setelah puas berkeliling menikmati pameran seni dan desuk-desukan sama pengunjung lain, Sa langsung pulang ngeluk boyok karena capek dari pagi beraktifitas.

Apakah anda juga penikmat karya seni?

Beberapa jepretan #bukanDSLR

Tiket Masuk
Lukisan
Tamiya Dari Kayu
Multi Media
Bapak Proklamator
Lukisan
Papan Nama
Buroq
Bandulan
Sepatu Boots
Salakatur
Lukisan
Peserta Uji Nyali
Sak-sak e
Lukisan
Bisma Mati dipanah
Muka Gedheg
Lukisan
Media Patner @pamityang2an
Sampai jumpa 2015

Rabu, 18 Juni 2014

Sadranan dusun Tampungan

Bulan ramadhan (poso) tinggal beberapa hari lagi, dan sebelumnya adalah bulan sya'ban (ruwah) dimana Nyadran dilaksanakan.
Nyadran atau Sadranan merupakan kegiatan rutin ziarah kubur yang dilaksanakan khususnya masyarakat jawa sebelum bulan ramadhan tiba, ini merupakan salah satu keadaan sosial budaya dusun Tampungan.

Senin, 16 Juni 2014 merupakan hari di laksanakannya kegiatan tradisi Nyadran di dusun Tampungan. Yang sebelumnya pada hari minggu diadakan kerja bakti pembersihan area makam, lingkungan makam dan pemasangan tenda untuk acara Sadranan esok hari.
Senin pagi semua warga bapak-bapak, ibu-ibu, simbah-simbah, anak-anak berbondong-bondong ke makam untuk ngirim doa kepada leluhur yang telah meninggal, walaupun sudah dialam kubur kita sebagai anak, cucu, saudara yang masih hidup wajib mendoakan supaya dosa-dosa leluhur diampuni oleh Tuhan YME. Mereka tidak tangan kosong pergi ke makam tetapi membawa ubo rampe khas sadranan. Sa dan teman-teman pemuda juga ikut menyukseskan acara tersebut.

Setelah semua warga berkumpul dan menempati tempat yang sudah disiapkan oleh panitia, acara siap dimulai. Acara Nyadran dusun Tampungan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara (pranoto adicoro) dilanjutkan pembacaan tahlil dipimpin oleh rohis a/ mBah Kaum, semua warga semangat berdoa berharap agar dosa-dosa para leluhur diampuni.
Setelah baca tahlil selesai acara dilanjutkan dengan makan bersama, yang dimakan adalah ubo rampe yang dibawa dari rumah masing-masing. Ubo Rampe yang dibawa adalah ambeng, ketan, kolak, apem, buah-buahan dan segala jajanan pasar. Acara Sadranan tidak hanya berdoa saja tapi ini juga bisa menjadi ajang silaturahmi, gosip dan berbagi rizeki antar warga.
Disela-sela makan bersama acara dilanjutkan dengan sambutan para tamu undangan. Ada Ketua Panitia, Kepala Dusun Tampungan, Kepala Desa Sendangtirto, perwakilan dari Kecamatan Berbah dan dari Dinas kebudayaan provinsi D.I.Yogyakarta. Setelah proses panjang Nyadran sudah selesai, langsung dilanjutkan pentas seni "REOG JATHILAN KUDHO WIROMO" dari dusun Tampungan.

Sebelum para penjathil tampil diadakan sungkeman dimakam Kyai Totruno - Nyai Totruno yang merupakan sesepuh dusun Tampungan. Jathilan Kudho Wiromo menampilkan beberapa sesi/babak pertunjukan dari anak-anak sampai dewasa, dan pertunjukan ditutup dengan babak barongan/ Sapi Gumarang. Para penonton tidak hanya dari warga Tampungan saja tapi banyak dari dusun lain juga ikut memeriahkan. Penonton dari siang sampai malam tetep banyak dan desuk-desukan.

Seharian full sudah dari pagi sampai malam acara Nyadran dilaksanakan, dari acara pembukaan, pembacaan tahlil, sambutan-sambutan, makan bersama, pentas seni reog jathilan. Semua berjalan lancar dan saatnya kerja bakti membereskan peralatan acara Sadranan. Pemuda, pemudi dan warga tidak mau menunda pekerjaan sat set bat bet langsung kerja bakti malam agar semua peralatan beres semua, agar esok hari tidak ada beban untuk kerja bakti lagi. Kerja bakti kali ini selesai dini hari, dan langsung pada pulang ketempat tinggalnya masing-masing untuk ngeluk boyok setelah seharian mensukseskan acara Sadranan dusun Tampungan.

Sudah siapkah anda menyambut bulan ramadhan 1435 H ?

Hasil jeprat-jepret #BukanDSLR

Makam Tampungan
Kerja Bakti
Pemasangan Tenda
Pemasangan Umbul-Umbul
Pemasangan Umbul-Umbul
Pengairan
Pemasangan banner
Sadranan
.....
Among Tamu
Sinoman
Sadranan
Sadranan
Sadranan
Sadranan
Sadranan
Uba Rampe
Nyekar
Sungkem
Tamu Undangan
Kudho Wiromo
Kudho Wiromo
Kemitir
Kudho Wiromo
Wiyogo
Kudho Wiromo
Kudho Wiromo
Kudho Wiromo
Kudho Wiromo
Kudho Wiromo
Kudho Wiromo
I
Kudho Wiromo
Sapi Gumarang
Kudho Wiromo
Kudho Wiromo
Kudho Wiromo
Kudho Wiromo
Pedagang